Diberdayakan oleh Blogger.

Revolusi Mental Kunci untuk Maju



PRESIDEN keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dirinya mendukung 100% revolusi mental yang selama ini digaungkan Presiden RI Joko Widodo sejak kampanye Pilpres 2014 lalu.

"Revolusi mental itu sebenarnya sudah hidup di abad ke-18, ketika tiga tokoh besar di Jerman, Karl Marx, Hegel, dan Frederih Enggel. Namun, dari penelusuran saya, yang dimaksud Pak Jokowi soal revolusi mental tidak sama dengan yang dicetuskan tiga tokoh itu," ujar SBY di Jakarta, kemarin.

Revolusi mental ala Jokowi, kata SBY, mengubah karakter tidak harus dengan pertumpahan darah, yang lebih dekat dengan konsep revolusi mental hasil pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana.

Untuk itulah, ia pun mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terlibat dalam semangat revolusi mental tersebut.

SBY memaknai revolusi mental sesungguhnya sebuah transformasi kebudayaan yang progresif dan juga ekspresif.

Artinya, sambung SBY, tidak hanya dari sisi teknologi dan ekonomi saja yang maju, tetapi nilai-nilai lokal juga tetap jalan beriringan.

"Agar masyarakat 10 tahun lagi di abad ke-21 menjadi negara yang sukses. Kriteria masyarakat yang maju adalah harus berpengetahuan, rasional, punya kemauan untuk maju bukan hidup sekadarnya. Kalau kurang bersemangat, tidak punya kemauan untuk berhasil, maunya jalan pintas, kurang disiplin itu sesungguhnya karakter manusia yang menghambat pembangunan," ujarnya.

SBY juga menuturkan mengaktualisasi revolusi mental ala Sutan Takdir Alisjahbana harus dimulai dari sisi pendidikan, yakni mulai dasar hingga perguruan tinggi.

Ia pun menilai pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana merupakan transformasi fundamental, bukan transplantasi.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi mengatakan pemahaman menuju revolusi mental harus menjadi pemikiran bersama.

Yuddy memaparkan sejak pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, implementasi dari revolusi mental sudah mulai digalakkan.

Pemerintah pun menganggarkan dana sebesar Rp172 miliar yang ditargetkan untuk tiga hal, yakni para pemimpin tinggi seperti presiden, menteri dan jajarannya; aparatur negara, dan revolusi mental untuk seluruh masyarakat bangsa Indonesia.

"Di sini perlu berbagai macam kegiatan, di antaranya kampanye revolusi mental," ujarnya. 

About Unknown

Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.

Tidak ada komentar:

Leave a Reply


Top