Most Popular
This Week
Nikmati Cita Rasa Khas Italia ala Chef Gianluca Visciglia
Jakarta Bagi Anda penikmat hidangan Italia lengkap dengan cita rasa otentik dan sentuhan kuliner khas dari negeri Pizza, mampirlah ke Sc...
Indonesia Pasar Potensial Bisnis Kapal Pesiar
SEBUAH kapal pesiar pribadi ( yacht ) sering diidentikkan sebagai moda penyalur hobi bertualang di samudra luas bagi para miliuner di jag...
Antara Oli, Buku, dan Motor
MEKANIK alias montir motor bukan cuma akrab dengan oli dan mesin. Buat mendongkrak wawasan, ia juga mesti rajin membaca buku dan berdisku...
Ini Cara Menko PMK Berdayakan Pelaku Ekonomi Berbasis Budaya
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani hari ini (1/4) mencanangkan Gerakan Masya...
Ha Ha Ha... Pencuri Ceroboh Big Sale Hasil Curian Dekat TKP
ilustrasi CHONGQING - Pencuri asal Chongqing ini memang diakui dalam urusan bobol-membobol rumah. Tapi sayangnya, ia ceroboh dalam ur...
Waduh, Tiga Bulan Guru Honorer Madrasah Kerja Tanpa Gaji
CIBINONG - Banyaknya keluhan keterlambatan pembayaran bantuan operasional sekolah (BOS) dan tunjangan sertifikasi menjadi perhatian seriu...
Popular Posts
Latest BeeTrens
What is new?
Comments
What They says?
Beetrens News
Indonesia Pasar Potensial Bisnis Kapal Pesiar
SEBUAH kapal pesiar pribadi (yacht) sering diidentikkan sebagai moda penyalur hobi bertualang di samudra luas bagi para miliuner di jagat ini. Layaknya mobil sport mewah atau jet pribadi, harga per unit yacht yang selangit biasanya berbanding lurus dengan kemewahan dan sentuhan personal dari pemiliknya.
Selama ini pemilik yacht identik dengan para selebritas Hollywood, hartawan dari belahan bumi Utara, pemilik pulau pribadi di kawasan eksotis di karibia atau para syeikh Timur Tengah.
Namun, kini para produsen mencium pasar potensial mereka sejatinya ada di kawasan Asia. Bukan Tiongkok atau Singapura, potensi terbesar itu justru ada di Thailand dan Indonesia.
"Indonesia yang memiliki 17 ribu pulau lebih berpotensi lagi untuk mengembangkan potensi wisata di wilayahnya sebagai tujuan bersandar kapal pesiar," cetus Managing Director Pen Marine Oh Kean Sean, seperti dikutip dalam laman CNBC.com, kemarin.
Namun, sejauh ini pelaku usaha wisata dan pemerintah belum menyadari potensi pasar wisata kapal pesiar di wilayah itu.
Hal itu tecermin dari penyelenggaraan Singapore Yacht Show, ajang pameran kapal-kapal pesiar elegan berharga puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah.
"Potensi pasar yacht kebanyakan ada di negara yang letaknya tidak jauh dari Singapura. Dalam hal ini Singapura seperti etalase dan ruang pamer bagi kalangan yang menyukai kapal pesiar sebelum membelinya," jelas Direktur Pelaksana Singapore Yacht Show Andy Treadwell.
Ia menyebut warga kaya dan pelaku usaha wisata di Thailand dan Indonesia ialah sasaran utama penjualan yacht.
Kendati begitu, tantangan besar bagi para produsen ialah belum adanya budaya berpesiar dengan yacht bagi warga di kawasan ini.
Data yang dihimpun majalah Wealth-X menunjukkan hanya sekitar 4,3% dari keberadaan kapal pesiar dunia yang berbasis di kawasan Asia. Negara di kawasan Eropa, Amerika Latin, bahkan Afrika nyatanya masih mendominasi sebagai ‘rumah’ kapal-kapal dengan tinggi tiang rata-rata 20-30 meter itu.
"Thailand, Indonesia, Filipina, dan Malaysia malah cenderung hanya menjadi tempat bersandar kapal pesiar. Sekarang memang mulai muncul yacht clubserta paket wisata yang siap menampung kedatangan yacht," tutur Editor in Chief Wealth-X, Tara Loader Wilkinson.
Eksotisme destinasi wisata bahari Asia Tenggara, imbuhnya, bisa menjadi basis perkembangan industri wisata kapal pesiar. Area ini memiliki paket komplet dengan jalur maritim yang terbilang ideal untuk dilalui kapal-kapal pesiar yang ingin menjelajah eksotika alam. Sebut saja Laut Andaman di sekitar Phuket, Thailand, pulau-pulau kecil di Myanmar atau Bali dan Raja Ampat di Indonesia.
Namun, aturan pemerintah di wilayah ini terkait izin tinggal, pajak, dan tarif parkir belum memikat para penebar dolar dari wisata kapal pesiar tersebut. Misalnya di Thailand, kapten dan kru kapal pesiar hanya diperbolehkan tinggal maksimal 30 hari. Indonesia dianggap lebih parah karena menerapkan pajak kapal pesiar paling tinggi, yakni 45%. (Tesa Oktiana Surbakti/E-4)
About Unknown
Adds a short author bio after every single post on your blog. Also, It's mainly a matter of keeping lists of possible information, and then figuring out what is relevant to a particular editor's needs.
About Me
Popular Posts
-
Nikmati Cita Rasa Khas Italia ala Chef Gianluca ViscigliaJakarta Bagi Anda penikmat hidangan Italia lengkap dengan cita rasa otentik dan sentuhan kuliner khas dari negeri Pizza, mampirlah ke Sc...
-
Indonesia Pasar Potensial Bisnis Kapal PesiarSEBUAH kapal pesiar pribadi ( yacht ) sering diidentikkan sebagai moda penyalur hobi bertualang di samudra luas bagi para miliuner di jag...
-
Antara Oli, Buku, dan MotorMEKANIK alias montir motor bukan cuma akrab dengan oli dan mesin. Buat mendongkrak wawasan, ia juga mesti rajin membaca buku dan berdisku...
-
Ini Cara Menko PMK Berdayakan Pelaku Ekonomi Berbasis BudayaJAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani hari ini (1/4) mencanangkan Gerakan Masya...
Tidak ada komentar: